Stone Garden

Wisata geo park ini terletak di Padalarang kabupaten Bandung Barat, tempat ini baru booming, kurang lebih dalam waktu 4 bulan kebelakang sekitar 19 september 2014 dibuka untuk obyek wisata alam purbakala. Taman batu alam ini terbentuk secara alami tidak ada campur tangan manusia, stone garden sendiri temasuk dalam kawasan goa pawon. Goa pawon tempat yang sangat penting bagi sejarah warga sunda dikarenakan ditemukannya kerangka manusia jaman megalitikum.


Stone garden dengan ketinggian 709 Mdpl (meter diatas permukaan laut) dapat memukau pengunjung dengan keindahan taman batu alami, apalagi bagi pecinta fotography landscape sangat menarik untuk pengambilan gambar. Untuk menjangkau ke stone garden saat ini sudah di buka 2 jalur, yang pertama bisa mini hiking melalui goa pawon kurang lebih 1,5 km cukup untuk mencari keringat di pagi hari. Untuk jalur baru bisa melalu masjid al ikhlas kendaraan langsung ke tempat pendaftaran masuk stone garden, pengunjung tinggal jalan kaki hanya 5 menit dari tempat parkir.
 
 
 
Lokasi stone garden sendiri ada di kampung Girimulya, desa Gunung Masigit, kecamatan Cipatat kabupaten Bandung Barat.




Perjalanan bisa ditempuh dari Kota Bandung dengan roda empat via tol, sepeda motor atau kereta api turun stasiun padalarang naik angkot warna kuning jurusan cipatat, jika membawa kendaraan roda empat keluar tol padalarang menuju arah cianjur pinggir jalan banyak penjual oleh-oleh asinan lokasi tidak jauh dari sana ada masjid al ikhlas kalau mau langsung ketujuan, bisa juga masuk via goa pawon dengan ciri lokasi gapura warna hitam.

Pengunjung tak usah kawatir jika kebelet pipis, karena sudah disediakan toilet temporary yang dibuat oleh warga setempat dan beberapa warung makanan. Tinggal kesadaran pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarang, karena masih banyak pengunjung yang seenaknya membuang sampah. Dalam kunjungan sebentar, saya mengumpulkan sampah satu kantong kresek dari bekas pengunjung yang belum sadar akan kebersihan dan keindahan alam. Terima kasih Tuhan Yang Maha Agung atas indahnya karya-karyaMu "Syurga Alam Indonesia".


Untuk informasi, tiket masuk Goa pawon 5000 ribu rupiah dan untuk masuk stone garden 3000 ribu rupiah.
Read More

Pulau Pari


Destinasi kali ini pulau pari, pulau pari berada dalam gugusan pulau yang berderet dari selatan ke utara perairan kawasan kepulauan seribu Jakarta dengan jumlah penduduk lebih sedikit dibandingkan dengan pulau tidung, pulau pari dihuni kurang lebih 300 kk dengan luas pulau kurang lebih 52 hektar. Pulau yang kini menjadi primadona wisata kepulauan seribu dengan pantai putih yang bersih dengan sebutan pantai pasir perawan.

Untuk menuju pulau pari ditempuh dengan waktu kurang lebih 1,5 sampai 2 jam dari pelabuhan muara angke.



Pulau pari termasuk pulau yang baru-baru ini disukai oleh para travelers, pulau ini juga sebagai kawasan pusat penelitian kelautan LIPI. Untuk mengelilingi pulau pari bisa menggunakan sepeda yang dapat di sewa, di pagi hari saya berjalan menuju ujung dermaga, beruntung bagi saya melihat kawanan lumba-lumba melewati depan kami beberapa orang mengabadikan momen tersebut, sayang saya tidak membawa kamera untuk mengambil foto kawanan lumba-lumba.



Pantai kresek dan bintang terdapat di sisi barat untuk melihat sunset berdekatan dengan LIPI. Sedangkan pantai pasir perawan sendiri ada di timur untuk berburu sunrise. Di pulau pari ada beberapa permainan air diantaranya banana boat, sofa boat, kano (kayak) dan jetski.




Bagi penggemar bawah laut, jangan lupa untuk snorkling di pulau pari, terumbu karang yang masih bagus dan biota laut yang begitu indah membuat kami berlama-lama untuk menikmati keindahan bawah laut yang luar biasa. Menurut informasi dari pak uri warga pulau pari, untuk diving atau snorkling spot yang paling bagus ada di bintang rama, dikarenakan musim angin barat dengan cuaca yang tidak bagus kami tidak bisa menuju kesana mungkin lain waktu kami akan kesana. Kamipun diberi spot didepan pulau pari yang tidak begitu jauh dan beresiko, sangat indah juga dispot ini untuk mengobati rasa rindu kami melihat keindahan bawah laut.



Saat ini pulau pari masih sangat indah dan exotic, pertanyaan saya apakah tahun-tahun kemudian masih sama? Saya begitu pesimis dengan para pengunjung yang banyak dan seenaknya membuang sampah sembarangan...lagi-lagi sampah adalah masalah rusaknya lingkungan. Mudah-mudahan para travelers sadar akan hal ini untuk membantu menjaga keindahan alam indonesia yang indah ini "Sang Syurga Alam". Terima kasih Indonesiaku ,terima kasih atas suguhan pesona alamu yang seksi ini.


Terima kasih saya ucapkan kepada :

- Tuhan YME
- Pak uri -- pulau pari 085882588844 pin bb 29F7E232
































Read More

Gunung Merapi



Hiking di Gunung Merapi, Gunung Merapi sebagai simbol pusat kekuatan bumi Keraton Yogyakarta Hadiningrat dan masyarakat sekitar Merapi ini sebagai tujuan pendakian kami, tim kami ada 7 orang, kawan doni, alif dan wawan dari daerah Madiun, toro dari Yogya, saya sendiri dari Bandung dan kawan pinggih dan johanes dari Cirebon.


Titik kumpul kami di Yogyakarta rumah orang tua kawan pinggih daerah Mangkunegaran Yogyakarta. Rencana pendakian via jalur selo Boyolali Jawa Tengah, jadi kami tidak melalu jalur selatan dikarenakan jalur dari Yogya sudah hilang kena erupsi tahun 2010 kemarin (sebagai pengingat Mbah Marijan Juru Kunci Merapi juga ikut tewas dalam letusan Gunung Merapi 2010), untuk menuju jalur boyolali kami menyewa kendaraan / mobil bak terbuka (sayur) untuk menuju Boyolali.


Dua jam perjalan yogyakarta-boyolali akhirnya kami sampai di pos new selo kamipun berdo’a sebelum melakukan pendakian dan tak ketinggalan ber-foto-foto ria karena dibelakang jalur pendakian begitu indah gunung Merbabu menyambut kami. Dari pos new selo pendakian dimulai dengan langkah kaki yang menari-nari diatas jalur pendakian, debu, panas, tanjakan yang tiada henti terus mengikuti. Jalur selo ini tidak begitu panjang hanya beberapa pos saja akan tetapi jalur ini dari awal hingga puncak menanjak terus, sangat jarang ada bonus (jalan datar), perbekalan air minum agar benar-benar diperhitungkan selama kebutuhan pendakian sebab tidak ada mata air diatas maupun diperjalanan.


Setiap pos kami berhenti istirahat sekedar makan dan minum untuk menambah energi yang terkuras akibat beratnya jalur pendakian. Kurang lebih hampir 6 jam kami melangkah akhirnya tiba juga di pasar Bubrah, tempat camp kami, rest area terakhir untuk menuju puncak Merapi. Kondisi pasar bubrah sudah tidak ada vegetasi/tumbuhan, yang ada hanya beberapa bebatuan besar untuk melindungi tenda-tenda kami dari angin, kamipun bermalam di pasar bubrah disambut angin badai yang tidak ada hentinya hingga keesok harinya bahkan sampai kami pulang. Kamipun mendirikan tenda yang menghadap langsung ke puncak merapi, setelah selesai mendirikan tenda waktunya kita makan dan minum kopi, sorepun berubah menjadi malam, kami di suguhi pesona alam liar dengan kecantikan bulan dan bintang-bintang yang bertebaran di langit sungguh indah alam jagad raya ini. Tidak begitu lama kami diluar tenda, kira-kira jam 8 malam sudah masuk tenda masing-masing karena angin begitu kencangnya dan suhu dingin sudah mulai terasa di pasar bubrah.


Esok pagi kurang lebih jam 5 kami bangun untuk melihat sunrise, karena kondisi fisik yang masih lelah dan belum ada persiapan kita putuskan untuk melihat sunrise di sekitaran pasar Bubrah, matahari mulai menampakkan keindahanya pelan-pelan membuat jantung ini berdebar, begitu agung sang Maha Pencipta memberikan tontonan alam yang luar biasa ini, sangat jarang kami diberi kesempatan untuk menikmati fenomena alam untuk itu kamipun mengucap rasa syukur yang begitu dalam. Waktu menunjukan pukul 7 pagi kamipun mempersiapkan perbekalan dan melanjutkan perjalanan menunju puncak Merapi, sebagai gambaran bahwa pendakian dari pasar Bubrah hingga puncak dengan jalur pasir dan bebatuan, satu dua langkah kaki kita merosot kembali membuat fisik terasa terkuras habis. Belum juga adanya rintangan angin yang kencang membuat pandangan mata terganggu serta menghindari batu yang tiba-tiba jatuh membuat kita wajib untuk berhati-hati, konsentrasi dan disiplin agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Perbekalan yang kami bawa hanya air dan makanan ringan, semua peralatan berat ditinggal di tenda. Dengan perjuangan yang begitu berat kurang lebih 1.5 jam akhirnya kami sampai puncak Merapi, kamipun bersujud syukur saling bersalaman dan teharu karena kami masih diberi kesempatan untuk melihat kawah Merapi yang eksotik dan alam Indonesia yang begitu indah nan liar ini. 




Setelah satu jam di atas, kami turun untuk kembali ke tenda dan berkemas untuk menuju Yogyakarta, tidak lupa kami membawa sampah-sampah bekas makanan dan minuman kami turun agar alam kita tetap terjaga dan lestari. Sampainya di pos bawah kami sudah dijemput mobil yang kita sewa untuk menuju Yogyakarta. Setelah sampai di Yogyakarta kami pulang ke tempat masing-masing. Semoga kami bisa kembali untuk menikmati alam-alam nusantara.




Terima kasih Indonesia terima kasih atas sambutan alam-alam-mu yang sangat indah dan eksotis, kami akan terus menjagamu dan menyiarkan keindahanmu ke penjuru Negri.




Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada team dan pihak yang membantu pendakian Merapi :
*      Keluarga Besar Pinggih Himawan di Yogyakarta yang telah menampung kami
*      Mas Toro
*      Mas Jhohanes
*      Mas Alif
*      Wawan
*      Doni Cahyono
*      Sopir mobil bak kami yang handal Pak Ji (081392312793)






































Read More

You Tube