Pulau Sempu
kluyuruan
11:16 AM
Pulau sempu terletak di selatan
kota Malang, perjalanan kali ini sangat melelahkan tapi terpuaskan oleh alam-alam
Nusantara yang sangat indah.
| view segoro anakan |
Kami bertiga berkumpul di stasiun Kereta Api Malang setelah melakukan perjalanan dari masing-masing tempat, saya sendiri
dari Bandung, kawan Wandi dari Jogyakarta dan kawan Yugous (nopit) dari
Semarang (setelah melakukan trip dari karimun jawa). Kami melakukan briefing
sebentar di kota Malang dan melanjutkan perjalanan menuju Pulau sempu yang kami tempuh
kurang lebih 3 jam perjalanan menggunakan kendaraan umum. Jika anda dari kota
Malang carilah kendaraan umum ke kota Turen terus ganti kendaraan ke Sendang
Biru. Disinilah keunikan kita lihat, Angkot (angkutan kota) diisi 17 orang, salah satu penumpang diantaranya duduk di atas mobil (angkot yang extreme).
| Segoro Anakan |
| Segoro Anakan |
| Teluk Pandan |
Setelah kami sampai di Sendang
Biru, kami bergegas mencari kapal menuju Pulau Sempu yang di tempuh cuman 10-15
menit dengan sewa 100 ribu antar jemput. Nahkoda kami bernama mas Joker, mas
Joker mengantarkan sampai di teluk semut.
Untuk ke pulau sempu jika anda belum pernah masuk, kami sarankan harus menggunakan Guide agar tidak tersesat seperti kami, karena didalam hutan tidak ada penunjuk arah. Seharusnya kami izin dulu ke kekantor Perhutani karena kawasan Pulau Sempu adalah kawasan Cagar Alam bukan tempat Wisata, kami tidak melakukan hal itu, ini jangan di contoh yah. Setelah kami membelah hutan di Pulau Sempu dengan kepercayaan diri (tanpa izin, tanpa guide, tenda ala kadarnya) selama 2 jam dengan mengikuti petunjuk hanya ikatan tali di pohon dan track yang lumayan berat apabila belum pernah melakukan perjalanan di hutan/gunung kamipun mendengar deburan ombak, kami sangat senang dan kami kira itu "Segoro Anakan".
Akan tetapi setelah mengamati dan berkeliling ternyata bukan tujuan kami “Segoro Anakan” (Laut Anak). Kami bertiga tersesat di Teluk Pandan, kamipun melakukan perjalanan lagi kurang lebih 20 menit dengan meraba-raba ada jalan setapak, akan tetapi matahari mulai tenggelam dari pandangan kami, kami bertiga memutuskan kembali ke Teluk Pandan untuk menginap di hutan pinggir teluk pandan. Signal Hand phone timbul tenggelam dan kami minta bantuan via SMS ke mas Joker untuk di datangkan guide, setelah nego kami harus membayar 200 ribu untuk guide, datanglah pak Jumat di pagi hari dengan terus menasehati kami.
Untuk ke pulau sempu jika anda belum pernah masuk, kami sarankan harus menggunakan Guide agar tidak tersesat seperti kami, karena didalam hutan tidak ada penunjuk arah. Seharusnya kami izin dulu ke kekantor Perhutani karena kawasan Pulau Sempu adalah kawasan Cagar Alam bukan tempat Wisata, kami tidak melakukan hal itu, ini jangan di contoh yah. Setelah kami membelah hutan di Pulau Sempu dengan kepercayaan diri (tanpa izin, tanpa guide, tenda ala kadarnya) selama 2 jam dengan mengikuti petunjuk hanya ikatan tali di pohon dan track yang lumayan berat apabila belum pernah melakukan perjalanan di hutan/gunung kamipun mendengar deburan ombak, kami sangat senang dan kami kira itu "Segoro Anakan".
Akan tetapi setelah mengamati dan berkeliling ternyata bukan tujuan kami “Segoro Anakan” (Laut Anak). Kami bertiga tersesat di Teluk Pandan, kamipun melakukan perjalanan lagi kurang lebih 20 menit dengan meraba-raba ada jalan setapak, akan tetapi matahari mulai tenggelam dari pandangan kami, kami bertiga memutuskan kembali ke Teluk Pandan untuk menginap di hutan pinggir teluk pandan. Signal Hand phone timbul tenggelam dan kami minta bantuan via SMS ke mas Joker untuk di datangkan guide, setelah nego kami harus membayar 200 ribu untuk guide, datanglah pak Jumat di pagi hari dengan terus menasehati kami.
Sebenarnya kalo kita pakai guide dari awal cuman 100 ribu. Kami melanjutkan perjalan, lagi-lagi membelah hutan, kami mendengar lagi deburan ombak, saya kira ini “Segoro Anakan” akan tetapi bukan, yang kami temui Pantai Baru-baru, pantai yang sangat indah dan mempesona. Kami bertiga tertawa dan bahagia ternyata “Sesat membawa Nikmat”, karena kami di suguhi pesona alam yang sangat indah di “Pantai Baru-Baru”, pasir putih yang sangat lembut, laut biru dan tebing-tebing menghiasi bingkai pantai. Kami tidak lama di pantai Baru-baru hanya mengabadikan gambar dan melanjutkan ke tujuan awal kami "Pantai Segoro Anakan”.
| Teluk Pandan |
| Teluk Pandan |
Setelah perjalanan kurang lebih 1,5 jam
kami sampailah di "Pantai Segoro Anakan”. Sangat cantik dan begitu
mempesona sebuah danau atau pantai kecil dimana airnya dari air laut
yang menembus karang, seperti lidah air memberi daya tarik
sendiri. Jika anda pernah menonton Film The Beach yang di bintangi
Leonardo
Decaprio disinilah kemiripan itu yang kami peroleh yaitu "Pantai Segoro
Anakan” di Pulau Sempu-Malang, sebuah pantai dalam pulau
dikelilingi tebing hijau, Mahakarya Tuhan yang indah benar-benar
Indonesia is Sexy.
|
Malam nya kurang lebih jam 10, datanglah rombongan orang asing 3 wanita bule + 1 guide, keesokan kami berenang di Pantai Segoro Anakan air yang asin dan sangat dingin membuat segar tubuh kami karena sudah hampir 2 hari kami tidak mandi.
Tak lupa kami naik ke tebing sisi Selatan untuk melihat view laut selatan di atas Pantai Segoro Anakan, kami lagi-lagi di suguhi
pesona alam, ada tebing di tengah laut sepeti Tanah Lot di Bali.
| View dari atas tebing Segoro Anakan (Laut Lepas) / Tanah Lot-nya Sempu |
| Laut lepas (Munchen + Liverpool bersatu) |
Sebenarnya masih
ada satu lagi yang harus kami kunjungi yaitu Pantai pasir Panjang, akan tetapi
kami sudah merasakan kelelahan dan kami memutuskan untuk meninggalkan Pulau
sempu karena perjalan kami akan diteruskan ke Gunung Bromo. Sebelum kami ke
Bromo kami mampir terlebih dahulu di kota Malang untuk mancari Bakso yang
terkenal di kota Malang yaitu Bakso President, bakso di pinggir rel ini sangat
Lazzies Hautce Ping..Ping..Ping rugi jika anda tidak mencoba bakso president. Demikian
perjalanan kami di Pulau Sempu yang tidak pernah kami lupakan akan pesona alam
liarnya.
| Teluk Semut |
| Tebing dilaut lepas |
| Snorkeling di Pantai Segoro Anakan |
| Pantai Segoro Anakan |
![]() |
| Tri Mas Geblah |
| Sore Hari di Pantai Segoro Anakan |
Terima kasih saya ucapkan kepada :
- Yugous Nova Souvhana Pesireron
- Wandi Dwiparwata
- Mas Joker (Nahkoda) 082331392292
- Pak Jumat (Guide saat kami tersesat) 081233965566
Pulau Tidung
kluyuruan
8:00 PM
Kepulauan seribu terletak di wilayah DKI Jakarta, tujuan saya kali ini pulau Tidung. Pulau Tidung baru di buka untuk wisata kurang lebih 3 tahun yang lalu, baru sempat bulan Juli tahun 2012 ini saya dan teman mengunjungi pulau Tidung.
Untuk malakukan Trip ini dimulai dari Dermaga Muara Angke, sebenernya bisa juga dari Marina dan Kali adem. Untuk menuju pulau Tidung saya naik kapal kayu dari muara angke pukul 07:00 wib perjalanan di tempuh 2 jam lamanya. Apabila mau naik kapal cepat bisa dari Kali Adem / Marina. Tiket naik kapal ini Rp. 35.000, jika anda dari marina bisa naik kapal predator jarak tempuh 1 jam dengan tiket Rp. 200.000.
Dermaga Muara Angke sangat tak layak untuk pariwisata dilain kondisinya jalan yang becek, tidak tertata dengan rapih. Selama perjalanan ke Pulau Tidung saya bercengkrama dengan teman asli pulau tidung bapak Ajat salah satu aktivis Lingkungan Hidup lingkaran WALHI.
Setelah sampai Pulau Tidung saya di sambut oleh bapak H. Abdul Hamid yang empunya Losmen Lima Saudara, kami diantar ke losmennya untuk istirahat, sangat ramah pak Haji menerima kami di penginapannya.
Setelah istirahat sebentar kami bergegas ke Lokasi yang akan kami kunjungi yaitu Jembatan Cinta, saya masih penasaran sampai sekarang kenapa dinamakan Jembatan Cinta dan belum dapat jawabannya. Di Jembatan Cinta akan di suguhi pemandangan yang sangat luar biasa airnya yang jernih dan jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung besar dan Tidung Kecil ada permainan Banana Boat.

Saya sarankan untuk ke Jembatan Cinta pakailah sepeda banyak kok tempat-penyewaan sepeda. Agar liburan anda lebih seru di Jembatan Cinta, terjunlah dari Jembatan Cinta airnya sangat dingin dan luar biasa menguji andrenalin.

Saya sarankan untuk ke Jembatan Cinta pakailah sepeda banyak kok tempat-penyewaan sepeda. Agar liburan anda lebih seru di Jembatan Cinta, terjunlah dari Jembatan Cinta airnya sangat dingin dan luar biasa menguji andrenalin.
Untuk mengejar Sunset kami kunjungi pantai sisi barat, dan saya sarankan lagi gunakan sepeda karena lokasinya sangat jauh. Setelah berburu sunset kamipun pulang ke losmen untuk istirahat.
Besok paginya kami snorkling, saya sangat kecewa dengan panorama bawah laut di Pulau Tidung karena Terumbu Karang banyak yang rusak akibat para pengunjung yang menginjak-nginjak terumbu karang dan menurut informasi jika ingin snorkling mintalah ke Pulau Air katanya terumbu Karangnya sangat bagus. Setelah snorkling kamipun pulang ke Losmen untuk siap-siap balik ke Jakarta. Mudah-mudahan jika ada waktu suatu saat nanti akan saya kunjungi lagi kepulauan seribu (Pulau Pramuka, Pulau Umang, Pulau Kelapa dan Pulau Macan). Cintailah alam kita, karena Indonesia is Sexy.
Terima kasih saya ucapkan kepada kawan-kawanku :
- Yugous Sovana Pasireron
- Bram aditya (yang ngasih info jadwal kapal dan kondisi tidung)
- Dion (yang ngasih info Losmen Lima Saudara)
- Wandi (yang pas H-1 Gagal berangkat)
- Bapak H. Abdul Hamid Losmen Lima suadara (085888742129)
- Teman-teman yang dari Bogor
Pasir Putih - Lampung
kluyuruan
7:58 PM
Liburan dengan backpacker sangatlah mengasyikan, dapat menikmati alam dengan biaya minim…tujuanku kali ini adalah pasir putih Lampung salah satu pulau terbesar di Indonesia. Perjalanan ini saya lakukan dengan teman saya satu kantor mr. Jojo kasrijo panggilan akrabnya Pak Jo, kami berdua browsing 2 minggu sebelumnya…
Mari kita mulai perjalanan…kami berdua berkemas untuk berangkat, kita sepakati naik bis dari bawah jembatan Tol Karawaci pukul 15:30 wib (maaf hal ini jangan di tiru karena malanggar rambu lalu lintas/ melanggar hukum) ternyata bukan kami berdua yang menumpang dari bawah jembatan Tol..heheheheh…..
Mari kita mulai perjalanan…kami berdua berkemas untuk berangkat, kita sepakati naik bis dari bawah jembatan Tol Karawaci pukul 15:30 wib (maaf hal ini jangan di tiru karena malanggar rambu lalu lintas/ melanggar hukum) ternyata bukan kami berdua yang menumpang dari bawah jembatan Tol..heheheheh…..
Kami naik bis “PRIMAJASA” Kampung Rambutan - Merak dengan jurusan Merak, dengan dipungut biaya tariff @ orang Rp. 17.000*criiing* langsung kami bayar tunai …bis sangat penuh sesak AC tidak sanggup mendinginkan ruangan, karena terlalu berjubel (saya sadari karena hari ini libur panjang bahasa Jawanya long weekend) sampai terminal serang kita baru dapat tempat duduk. Perjalanan antara Karawaci - Merak di tempuh 2 jam. Jika anda dari Bandung, bisa naik dari terminal Leuwipanjang jurusan Merak dengan biaya Rp. 45.000/orang. sampai terminal Merak jam 17.00 wib berjalan kaki menuju Pelabuhan Merak kami berkenalan dengan mas Ramin dari kota Serang yang juga pergi ke Lampung.
Kami membeli tiket kapal Roro @Rp. 10.000/orang * criiiing* akhirnya kami masuk ke kapal. Kami berdua sangat terlalu parcaya diri, kami berdua belum pernah ada pengalam naik kapal laut (biasa orang udik coy) kami berdua langsung menaiki anak tangga menuju atas kapal, di atas kapal kami berdua foto2 biasa berNARSIS ria…huahahaha…. Lihatlah hasil jepretan amatir ini………
jalan-jalan di dek atastepatnya dek B malam mulai larut angin sangat kencang kami masih tetap diatas dek tersebut,kami melihat beberapa orang lalu lalang bergantian. Sudah satu jam kami diatas kedinginan……”dalam pikiran saya kenapa tadi saya melihat banyak mobil dan orang, akan tetapi kok orangnya sedikit amat, kemana ini semua orang lalu saya beranikan diri untuk masuk ke sebuah ruangan lewat pintu samping”….dalam hati saya berguman“Kutukupret…Sempruull…!!! ternyata ada tempat duduk sofa dan kursi plstik didalam (ternyata ada ruangan penumpang)….dasar udik gumanku mencela diri sendiri yang terlalu percaya diri ini hahahahaha…..saya langsung beritahu ke Pak jo untuk duduk di kursi…kami berdua tertawa-tawa dengan kejadian ini…Untuk duduk di kelas ekonomi tidak di pungut biaya lagi, apabila anda mau ke ruang VIP tambah ongkos Rp. 8.000, saya sarankan untuk tidak beli makanan atau minuman di kapal…harganya 2-3 kali lipat. Perjalanan Merak ke Bakauhueni di tempuh dalam waktu 2 jam.
Sampai pelabuhan bakauhueni jam 19;30 wib….bagi yang belum pernah ke Lampung kami sarankan jangan usah terlalu panik, karena setelah keluar dari pelabuhan banyak sekali calo bis, orangnya agak kasar-kasar (mungkin karakternya saja) untung kami bersama mas Ramin dan pacarnya yang menjadi penunjuk jalan kami (guide bahasa Sundanya..hehehehe) karena tujuan mas Ramin & pacarnya ke kota Rajabasa, dimana untuk menuju Pasir Putih Lampung Selatan jurusan bis dari bakauhueni adalah bakauhueni - Rajabasa…untuk tariff Ekonomi 17.000 untuk AC Rp. 22.000, kami naik ekonomi bersama mas Ramin bayar Rp 34.000 *criiing..* perjalanan tersebut di tempuh 2,5 jam sampai pasir putih.
Sampai pasir putih kami jam 22.00 wib, kami berdua mencari penginapan/hotel, di sepanjang jalan sangat gelap…jika anda dari Pelabuhan Bakauhueni Hotel paling banyak sebelah kanan jalan sebelum pasir putih ada beberapa Hotel diantaranya Hotel Mini & Hotel Pasir Putih….kami putuskan menginap di Hotel Pasir Putih….untuk tariff paling murah Rp. 45.00 tanpa AC untuk yang murah pakai single bed Rp. 90.00 kami memilih yang ini langsung bayar Rp. 90.000 *criiing..* fasilitas AC kamar mandi di dalam teh botol dingin 2, esok paginya kopi + teh manis lumayan untuk menghilangkan rasa kantuk dan capek.
Pagi harinya kita baru ke pasir putih dengan jalan kaki kurang lebih 500 meter, kalau mau naik angkot juga bisa tariff @Rp. 2000,- kami dari hotel ke lokasi wisata jalan kaki itung-itung olahraga…hehehe..untuk masuk ketempat wisata pasir putih dikenakan biaya @ Rp. 6.000 *cring* dibayar kontan…kami langsung di sambut penyewa kapal bak raja jawa yang singgah di pelabuhan hahahahaha…….
Pulau Condong & Pulau Bule
Bernegosiasi harga sewa kapal untuk ke Taman Laut dan Pulau Condong, apabila rombongan dikenakan biaya satu orang @Rp. 30.000,- karena pagi belum banyak pengunjung akhirnya kami tetapkan untuk carter kapal Rp. 100.000,- awalnya penyewa kapal menawarkan sangat tinggi Rp. 300.000,- kami negosiasi menjadi Rp. 100.000,- sewa kano Rp. 40.000, sewa alat snorkeling Rp. 20.000, jadi total menuju Pulau Condong Rp. 160.000,- *Criiing*dibayar tunai ….



Bernegosiasi harga sewa kapal untuk ke Taman Laut dan Pulau Condong, apabila rombongan dikenakan biaya satu orang @Rp. 30.000,- karena pagi belum banyak pengunjung akhirnya kami tetapkan untuk carter kapal Rp. 100.000,- awalnya penyewa kapal menawarkan sangat tinggi Rp. 300.000,- kami negosiasi menjadi Rp. 100.000,- sewa kano Rp. 40.000, sewa alat snorkeling Rp. 20.000, jadi total menuju Pulau Condong Rp. 160.000,- *Criiing*dibayar tunai ….
Terumbu Karang & Ubur-ubur Laut di Taman Laut
Tujuan pertama adalah taman laut, disinilah terumbu karangya sangat bagus ingin rasanya untuk menyelam disini, ubur –ubur laut yang selalu menampakan kulit putihnya, bintang laut yang bersembunyi diantara karang dan rumput, ikan-ikan kecil berjalan berkerumun beriringan menghiasi dasar laut. Sangat–sangat disayangan kami hanya boleh menikmati dari atas kapal karena kami tidak diperkenankan untuk snorkeling di taman laut karena berdekatan dengan Pulau Bule…..konon kenapa dinamakan Pulau Bule karena dahulu banyak turis mancanegara berkunjung ke pulau tersebut. Setelah pulau itu di beli ibu Artalita Suryani yang kini telah mendekam di penjara akibat kasus korupsi (itu loh coy….yang penjaranya ada tempat karaokenya..huahahaha) tempat tersebut tidak boleh di kunjungi untu
Bermain Kano…….!!
Kami menikmati suasana di Pulau Condong walaupun pantainya agak kotor, ber-snorkeling & main kano sepuasnya. Karena kami belum sarapan pagi kami memilih untuk makan di Pulau Condong, disini kami makan makanan ringan, karena hanya terdapat satu warung.
Setelah puas kami menikmati Pulau Condong sekitar jam 2 kami memutuskan untuk kembali ke Pasir Putih dan berkemas untuk kembali ke tanah Jawa.
Inilah pengalam backpacker dengan perjalanan sangat singkat kami ke pulau Sumatera dan tak pernah akan kami lupakan walaupun sejenak hal ini cukup berkesan karena menjadikan petualangan ini sebagai pelajaran, kenikmatan tersendiri. Selamat Berpuatalang kawan-kawan dengan wisata Backpacker. Semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
















